Selasa, 20 September 2011
Senin, 29 Maret 2010
Desain Sistem Informasi Secara Umum
Tujuan : memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru
Desain Komponen Sistem Secara Umum
- untuk dikomunikasikan kepada user, bukan untuk programmer
Desain Model Secara Umum
a. Physical system, menggambarkan bagan alir sistem (system flowchart) dengan menggunakan simbol untuk mewakili elemen fisik, seperti simbol terminal, harddisk.
b. Logical model, menjelaskan cara kerja dari fungsi-fungsi dalam sistem informasi, digambarkan dengan menggunakan diagram arus data (data flow diagram).
Desain Output Secara Umum
- merupakan produk sistem informasi yang dapat dilihat, dengan tipe :
- output intern (internal output) - untuk mendukung kegiatan manajemen
- output ekstern (external output)- untuk pihak luar yang membutuhkan
Format output - naratif, tabel atau grafik
Langkah-langkah desain output secara umum :
a. menentukan kebutuhan output dari sistem yang baru
b. menentukan parameter dari output meliputi tipe, format, media yang digunakan, alat output yang digunakan, jumlah tembusannya, distribusi dan periode yang digunakan, jumlah tembusannya, distribusi dan periode outputnya.
Desain Input Secara Umum
- melibatkan beberapa proses :
1. Penangkapan data (data capture), pencatatan kejadian nyata akibat transaksi ke dalam dokumen, yang kemudian menjadi bukti transaksi.
2. Penyiapan data (data preparation), mengubah data ke dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin (machine readable form).
3. Pemasukan data (data entry), proses memasukkan data ke komputer
Tipe input :
a. input ekstern (external input) - berasal dari luar organisasi
b. input intern (internal input) - berasal dari dalam organisasi
Langkah-langkah desain input secara umum :
a. Menentukan kebutuhan input sistem yang baru
b. Menentukan parameter dari input, meliputi :
- bentuk input, dokumen dasar atau bentuk isian pada alat input
- sumber input
- jumlah tembusan untuk input
- alat input yang digunakan
- volume input
- periode input
Desain Database Secara Umum
Database system - penerapan database dalam sistem informasi - dibentuk dari kumpulan file
a. File induk, file yang tetap harus ada selama adanya sistem informasi
- file induk acuan- nilai record jarang berubah
- file induk dinamik - nilai record sering diperbarui
b. File transaksi - merekam data hasil dari suatu transaksi
c. File laporan - berisi informasi yang akan ditampilkan
d. File sejarah - file yang sudah tidak aktif tetapi masih diperlukan
e. File pelindung - file backup
f. File kerja - temporary file, untuk menghemat memori selama proses berlangsung.
Metode Organisasi File
1. File urut (sequential file) - pengorganisasian (sequential organization) serta pengaksesan (sequential access) file secara terurut.
2. File urut berindeks (indexed sequential file) - pengorganisasian (sequential organization) file secara terurut dengan pengaksesan langsung (direct access).
3. File akses langsung (direct access file) - file dengan organisasi acak (random organization) dengan pengaksesan langsung (direct access).
Organisasi File Database :
1. Struktur data berjenjang (hierarchical data structure)
2. Struktur data jaringan (network data structure)
3. Struktur data berhubungan (relational data structure)
Langkah-langkah Desain Database Secara Umum
1. Menentukan kebutuhan file database untuk sistem yang baru
2. Menentukan parameter dari file database, meliputi ;
- tipe file, berupa file induk, file transaksi, atau file lainnya.
- media file, berupa media penyimpanan file
- organisasi file, menggunakan file tradisional atau database
- field kunci dari file
Pengendalian Desain Secara Umum
1. Pengendalian Organisasi
- pemisahan tugas (segregation of duties)
- pemisahan tanggungjawab (segregation of responsibilities)
- pengecekan
2. Pengendalian Dokumentasi
Tujuan :
- mempelajari cara mengoperasikan sistem
- sebagai bahan training
- dasar pengembangan sistem
- dasar modifikasi dan perbaikan sistem
- acuan bagi pemeriksa sistem
Macam-macam dokumentasi :
- dokumentasi prosedur - prosedur pada suatu keadaan tertentu
- dokumentasi sistem - penggambaran sistem pengolahan data
- dokumentasi program - penggambaran logika program
- dokumentasi operasi - prosedur mengoperasikan program
- dokumentasi data - definisi dari item-item data dalam database
3. Pengendalian Hardware
- mendeteksi kesalahan atas tidak berfungsinya perangkat keras
4. Pengendalian Keamanan Fisik
- pengawasan terhadap pengaksesan, pengaturan lokasi fisik dan penggunaan alat-alat pengaman
5. Pengendalian Keamanan Data
- menjaga keamanan dan integritas data, meliputi :
- penggunaan data log
- proteksi file
- pembatasan pengaksesan (access restriction)
- data backup dan recovery
6. Pengendalian Komunikasi
- menangani kesalahan transmisi dan keamanan data waktu transmisi
- Kriptografi (cryptography) - merubah data ke dalam bentuk kode-kode rahasia
Data (plain text) - enkripsi - transmisi data - dekripsi - Data (plain text)
Pengendalian Aplikasi
1. Pengendalian Masukan (input control)
- memastikan bahwa data transaksi yang valid telah lengkap, terkumpul semuanya serta bebas dari kesalahan sebelum dilakukan proses pengolahannya
Pengendalian pada saat penangkapan data (data capture), dapat dilakukan dengan :
a. pembuatan nomor urut data - kelengkapan data
b. ruang maksimum penyimpanan data - kebenaran data
c. review data - meneliti ulang kelengkapan dan kebenaran data
d. verifikasi data - pengecekan kelengkapan dan kebenaran data
e. pengendalian menggunakan mesin
f. pengendalian menggunakan program aplikasi (programmed check)
2. Pengendalian Pengolahan
- mencegah kesalahan selama proses pengolahan data, dapat dilakukan dengan :
a. control total check - memastikan bahwa data yang diolah sudah lengkap dan benar
b. matching check - mendeteksi kesalahan pada data
c. reference file check - mengecek hasil pengolahan data dengan file acuan
d. limit and reasonable check - pengecekan batas limit dan kewajaran data
e. check - melakukan cross check pada data dari berbagai sudut pandang
f. record locking - penguncian data untuk mengatasi concurrency data.
3. Pengendalian Keluaran
- memastikan bahwa informasi yang dihasilkan sudah sesuai dengan hasil pengolahan data, dilakukan dengan :
a. pengendalian informasi yang ditransmisikan - kriptografi
b. pengendalian pada tampilan layar di terminal - pengendalian pada sistem komputer secara fisik.
Desain Komponen Sistem Secara Umum
- untuk dikomunikasikan kepada user, bukan untuk programmer
Desain Model Secara Umum
a. Physical system, menggambarkan bagan alir sistem (system flowchart) dengan menggunakan simbol untuk mewakili elemen fisik, seperti simbol terminal, harddisk.
b. Logical model, menjelaskan cara kerja dari fungsi-fungsi dalam sistem informasi, digambarkan dengan menggunakan diagram arus data (data flow diagram).
Desain Output Secara Umum
- merupakan produk sistem informasi yang dapat dilihat, dengan tipe :
- output intern (internal output) - untuk mendukung kegiatan manajemen
- output ekstern (external output)- untuk pihak luar yang membutuhkan
Format output - naratif, tabel atau grafik
Langkah-langkah desain output secara umum :
a. menentukan kebutuhan output dari sistem yang baru
b. menentukan parameter dari output meliputi tipe, format, media yang digunakan, alat output yang digunakan, jumlah tembusannya, distribusi dan periode yang digunakan, jumlah tembusannya, distribusi dan periode outputnya.
Desain Input Secara Umum
- melibatkan beberapa proses :
1. Penangkapan data (data capture), pencatatan kejadian nyata akibat transaksi ke dalam dokumen, yang kemudian menjadi bukti transaksi.
2. Penyiapan data (data preparation), mengubah data ke dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin (machine readable form).
3. Pemasukan data (data entry), proses memasukkan data ke komputer
Tipe input :
a. input ekstern (external input) - berasal dari luar organisasi
b. input intern (internal input) - berasal dari dalam organisasi
Langkah-langkah desain input secara umum :
a. Menentukan kebutuhan input sistem yang baru
b. Menentukan parameter dari input, meliputi :
- bentuk input, dokumen dasar atau bentuk isian pada alat input
- sumber input
- jumlah tembusan untuk input
- alat input yang digunakan
- volume input
- periode input
Desain Database Secara Umum
Database system - penerapan database dalam sistem informasi - dibentuk dari kumpulan file
a. File induk, file yang tetap harus ada selama adanya sistem informasi
- file induk acuan- nilai record jarang berubah
- file induk dinamik - nilai record sering diperbarui
b. File transaksi - merekam data hasil dari suatu transaksi
c. File laporan - berisi informasi yang akan ditampilkan
d. File sejarah - file yang sudah tidak aktif tetapi masih diperlukan
e. File pelindung - file backup
f. File kerja - temporary file, untuk menghemat memori selama proses berlangsung.
Metode Organisasi File
1. File urut (sequential file) - pengorganisasian (sequential organization) serta pengaksesan (sequential access) file secara terurut.
2. File urut berindeks (indexed sequential file) - pengorganisasian (sequential organization) file secara terurut dengan pengaksesan langsung (direct access).
3. File akses langsung (direct access file) - file dengan organisasi acak (random organization) dengan pengaksesan langsung (direct access).
Organisasi File Database :
1. Struktur data berjenjang (hierarchical data structure)
2. Struktur data jaringan (network data structure)
3. Struktur data berhubungan (relational data structure)
Langkah-langkah Desain Database Secara Umum
1. Menentukan kebutuhan file database untuk sistem yang baru
2. Menentukan parameter dari file database, meliputi ;
- tipe file, berupa file induk, file transaksi, atau file lainnya.
- media file, berupa media penyimpanan file
- organisasi file, menggunakan file tradisional atau database
- field kunci dari file
Pengendalian Desain Secara Umum
1. Pengendalian Organisasi
- pemisahan tugas (segregation of duties)
- pemisahan tanggungjawab (segregation of responsibilities)
- pengecekan
2. Pengendalian Dokumentasi
Tujuan :
- mempelajari cara mengoperasikan sistem
- sebagai bahan training
- dasar pengembangan sistem
- dasar modifikasi dan perbaikan sistem
- acuan bagi pemeriksa sistem
Macam-macam dokumentasi :
- dokumentasi prosedur - prosedur pada suatu keadaan tertentu
- dokumentasi sistem - penggambaran sistem pengolahan data
- dokumentasi program - penggambaran logika program
- dokumentasi operasi - prosedur mengoperasikan program
- dokumentasi data - definisi dari item-item data dalam database
3. Pengendalian Hardware
- mendeteksi kesalahan atas tidak berfungsinya perangkat keras
4. Pengendalian Keamanan Fisik
- pengawasan terhadap pengaksesan, pengaturan lokasi fisik dan penggunaan alat-alat pengaman
5. Pengendalian Keamanan Data
- menjaga keamanan dan integritas data, meliputi :
- penggunaan data log
- proteksi file
- pembatasan pengaksesan (access restriction)
- data backup dan recovery
6. Pengendalian Komunikasi
- menangani kesalahan transmisi dan keamanan data waktu transmisi
- Kriptografi (cryptography) - merubah data ke dalam bentuk kode-kode rahasia
Data (plain text) - enkripsi - transmisi data - dekripsi - Data (plain text)
Pengendalian Aplikasi
1. Pengendalian Masukan (input control)
- memastikan bahwa data transaksi yang valid telah lengkap, terkumpul semuanya serta bebas dari kesalahan sebelum dilakukan proses pengolahannya
Pengendalian pada saat penangkapan data (data capture), dapat dilakukan dengan :
a. pembuatan nomor urut data - kelengkapan data
b. ruang maksimum penyimpanan data - kebenaran data
c. review data - meneliti ulang kelengkapan dan kebenaran data
d. verifikasi data - pengecekan kelengkapan dan kebenaran data
e. pengendalian menggunakan mesin
f. pengendalian menggunakan program aplikasi (programmed check)
2. Pengendalian Pengolahan
- mencegah kesalahan selama proses pengolahan data, dapat dilakukan dengan :
a. control total check - memastikan bahwa data yang diolah sudah lengkap dan benar
b. matching check - mendeteksi kesalahan pada data
c. reference file check - mengecek hasil pengolahan data dengan file acuan
d. limit and reasonable check - pengecekan batas limit dan kewajaran data
e. check - melakukan cross check pada data dari berbagai sudut pandang
f. record locking - penguncian data untuk mengatasi concurrency data.
3. Pengendalian Keluaran
- memastikan bahwa informasi yang dihasilkan sudah sesuai dengan hasil pengolahan data, dilakukan dengan :
a. pengendalian informasi yang ditransmisikan - kriptografi
b. pengendalian pada tampilan layar di terminal - pengendalian pada sistem komputer secara fisik.
Desain Sistem Informasi
Desain sistem dapat diartikan sebagai berikut :
a. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem
b. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional
c. Persiapan untuk rancang bangun implementasi
d. Menggambarkan bagaimana suatu proses dibentuk
e. Penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan dapat berfungsi
f. Konfigurasi dari komponen perangkat-perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem
Tujuan Desain Sistem
a. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem
b. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram computer
Tujuan analisis sistem :
a. Desain sistem harus berguna, mudah dipahami dan mudah digunakan.
b. Desain sistem harus mendukung tujuan utama perusahaan sesuai yang telah didefinisikan pada tahap perencanaan sistem.
c. Desain sistem harus efektif dan efisien dalam operasional
d. Desain sistem harus dapat menyiapkan rancang bangun yang terinci untuk masing-masing komponen dari sistem informasi
SDM yang terlibat dalam desain sistem informasi :
a. Analis sistem (system analyst)
b. Spesialis pengendalian (control specialist)
c. Penjamin kualitas (quality assurance personil)
d. Spesialis komunikasi data (data communication specialist)
e. Pemakai sistem (user)
Penekanan Dalam Desain Sistem (Design Forces)
- tekanan - tekanan yang harus dipertimbangkan dalam mendesain suatu sistem informasi supaya mengena ke sasaran, antara lain :
a. integrasi (integration)
- desain terpadu antar unit dalam organisasi
- komunikasi data antar unit organisasi
- ketersediaan informasi yang multilevel, cross-functional, tepat waktu, akurat dan relevan
b. antarmuka pengguna / sistem (user / system interface)
- terdiri dari layar terminal, keyboard dan alat-alat lain
- user friendly (fleksibel, konsisten dan mudah dikontrol)
- harus memenuhi elemen-elemen berikut :
1. query - user dapat mengakses data yang diperlukan
2. desain layar - desain layar harus jelas, berurutan dan relevan
3. umpan balik - respon time yang singkat
4. bantuan - menyediakan bantuan penjelasan tentang operasional sistem
5. pengendalian kesalahan mencegah kesalahan, mendeteksi kesalahan, pembetulan kesalahan.
6. desain workstation - penerapan desain sistem komputer secara fisik yang mempengaruhi kenyamanan penggunaan
c. tekanan-tekanan persaingan (competitive forces)
mempertimbangkan lingkungan persaingan (competitive environment) berupa :
• manajemen - ketersediaan informasi bagi manajemen
• keragaman produk dan jasa - inovasi produk dan jasa
• produktivitas - produktivitas manajemen dan karyawan
d. kualitas dan kegunaan informasi (information quality dan usability)
menghasilkan informasi yang berkualitas, meliputi :
- tepat waktu (timely)
- tepat nilai (accuracy)
- relevansi (relevance)
e. kebutuhan-kebutuhan sistem (system requirements)
• kehandalan (reliability)
• ketersediaan (availability)
• fleksibilitas (flexibility)
• penjadwalan instalasi (installation schedule)
• masa pakai sistem dan potensi pertumbuhan
• kemudahan pemeliharaan (maintenance)
f. kebutuhan-kebutuhan pengolah data (data processing requirements)
• volume
• hambatan waktu pengolahan
• permintaan perhitungan
g. faktor-faktor organisasi (organizational factors)
- sifat organisasi
- tipe organisasi
- ukuran organisasi
- struktur organisasi
- gaya manajemen
h. kebutuhan-kebutuhan biaya-efektivitas (cost-effectiveness requirements)
efektivitas sistem informasi ditinjau dari :
- informasi yang dihasilkan
- biaya yang dikeluarkan
- manfaat yang diperoleh
i. faktor-faktor manusia (human factors) aplikasi user interface
j. kebutuhan-kebutuhan kelayakan (feasibility requirements)
- kelayakan teknik (technical feasibility)
- kelayakan ekonomi (economic feasibility)
- kelayakan hukum (law feasibility)
- kelayakan operasi (operational feasibility)
- kelayakan jadwal (schedule feasibility).
a. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem
b. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional
c. Persiapan untuk rancang bangun implementasi
d. Menggambarkan bagaimana suatu proses dibentuk
e. Penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan dapat berfungsi
f. Konfigurasi dari komponen perangkat-perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem
Tujuan Desain Sistem
a. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem
b. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram computer
Tujuan analisis sistem :
a. Desain sistem harus berguna, mudah dipahami dan mudah digunakan.
b. Desain sistem harus mendukung tujuan utama perusahaan sesuai yang telah didefinisikan pada tahap perencanaan sistem.
c. Desain sistem harus efektif dan efisien dalam operasional
d. Desain sistem harus dapat menyiapkan rancang bangun yang terinci untuk masing-masing komponen dari sistem informasi
SDM yang terlibat dalam desain sistem informasi :
a. Analis sistem (system analyst)
b. Spesialis pengendalian (control specialist)
c. Penjamin kualitas (quality assurance personil)
d. Spesialis komunikasi data (data communication specialist)
e. Pemakai sistem (user)
Penekanan Dalam Desain Sistem (Design Forces)
- tekanan - tekanan yang harus dipertimbangkan dalam mendesain suatu sistem informasi supaya mengena ke sasaran, antara lain :
a. integrasi (integration)
- desain terpadu antar unit dalam organisasi
- komunikasi data antar unit organisasi
- ketersediaan informasi yang multilevel, cross-functional, tepat waktu, akurat dan relevan
b. antarmuka pengguna / sistem (user / system interface)
- terdiri dari layar terminal, keyboard dan alat-alat lain
- user friendly (fleksibel, konsisten dan mudah dikontrol)
- harus memenuhi elemen-elemen berikut :
1. query - user dapat mengakses data yang diperlukan
2. desain layar - desain layar harus jelas, berurutan dan relevan
3. umpan balik - respon time yang singkat
4. bantuan - menyediakan bantuan penjelasan tentang operasional sistem
5. pengendalian kesalahan mencegah kesalahan, mendeteksi kesalahan, pembetulan kesalahan.
6. desain workstation - penerapan desain sistem komputer secara fisik yang mempengaruhi kenyamanan penggunaan
c. tekanan-tekanan persaingan (competitive forces)
mempertimbangkan lingkungan persaingan (competitive environment) berupa :
• manajemen - ketersediaan informasi bagi manajemen
• keragaman produk dan jasa - inovasi produk dan jasa
• produktivitas - produktivitas manajemen dan karyawan
d. kualitas dan kegunaan informasi (information quality dan usability)
menghasilkan informasi yang berkualitas, meliputi :
- tepat waktu (timely)
- tepat nilai (accuracy)
- relevansi (relevance)
e. kebutuhan-kebutuhan sistem (system requirements)
• kehandalan (reliability)
• ketersediaan (availability)
• fleksibilitas (flexibility)
• penjadwalan instalasi (installation schedule)
• masa pakai sistem dan potensi pertumbuhan
• kemudahan pemeliharaan (maintenance)
f. kebutuhan-kebutuhan pengolah data (data processing requirements)
• volume
• hambatan waktu pengolahan
• permintaan perhitungan
g. faktor-faktor organisasi (organizational factors)
- sifat organisasi
- tipe organisasi
- ukuran organisasi
- struktur organisasi
- gaya manajemen
h. kebutuhan-kebutuhan biaya-efektivitas (cost-effectiveness requirements)
efektivitas sistem informasi ditinjau dari :
- informasi yang dihasilkan
- biaya yang dikeluarkan
- manfaat yang diperoleh
i. faktor-faktor manusia (human factors) aplikasi user interface
j. kebutuhan-kebutuhan kelayakan (feasibility requirements)
- kelayakan teknik (technical feasibility)
- kelayakan ekonomi (economic feasibility)
- kelayakan hukum (law feasibility)
- kelayakan operasi (operational feasibility)
- kelayakan jadwal (schedule feasibility).
Selasa, 23 Maret 2010
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
1.Perencanaan jangka pendek (short-range planning) 1 – 2 tahun
2.Perencanaan jangka panjang (long-range planning) s/d 5 tahun
Perencanaan sistem :
1.Planning staff
Merencanakan sistem berdasarkan kebijakan yang ditetapkan manajemen level atas.
2.System Development Department
Mengembangkan sistem sesuai dengan rencana yang dibuat.
3.Data Processing Department
Mengoperasikan sistem yang telah dikembangkan.
Proses Perencanaan Sistem :
1.Merencanakan proyek-proyek sistem yang dilakukan oleh staf perencana sistem
2.Menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan, proses ini dilakukan oleh komite pengarah.
3.Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan, proses ini dilakukan oleh analis sistem.
Merencanakan Proyek-proyek Sistem
- untuk merencanakan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan
- menghasilkan laporan perencanaan sistem
- dilakukan oleh planning staff
1.Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan taktik perusahaan
2.Mengidentifikasi proyek-proyek sistem, misalnya :
a.pengendalian penjualan dan pemasaran
b.pengendalian distribusi
c.pengendalian produksi
d.pengendalian keuangan
e.pengendalian persediaan
3.Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem
4.Menetapkan kendala proyek-proyek sistem, misalnya :
a.pembatasan dana
b.pembatasan waktu
c.umur ekonomis dari proyek sistem
d.batasan struktur organisasi yang tidak boleh dirubah
e.batasan peraturan-peraturan yang berlaku
5.Menentukan prioritas proyek-proyek sistem, menggunakan kriteria rasional :
a.penghematan biaya atau peningkatan-peningkatan keuntungan dari masing-masing proyek sistem
b.kemudahan dan efektivitas pemakaian sistem oleh user
c.kelangsungan hidup dari sistem yang dibuat pada masa datang
d.hubungan dengan proyek sistem lain yang juga direncanakan
e.kebutuhan untuk memperbaiki kondisi-kondisi yang rusak
Menentukan prioritas proyek sistem dengan menggunakan kriteria irrasional :
a.minat dan daya tarik dari masing-masing level manajemen
b.kebanggaan dalam menangani suatu proyek sistem
6.Membuat laporan perencanaan sistem
7.Meminta persetujuan manajemen (top management)
Persiapan Pengembangan Proyek
1.Penunjukan tim analis
2.Mengumumkan proyek pengembangan sistem
Definisi Pengembangan Proyek Sistem
1.Mengidentifikasi ruang lingkup dan sasaran proyek sistem
2.Melakukan studi kelayakan (feasibility study)
a.penelitian pendahuluan (preliminary survey)
- pemahaman terhadap sistem yang lama
- menentukan garis besar kebutuhan pemakai sistem untuk mencapai sasaran
- menentukan permasalahan yang terjadi
b. penelitian terinci (detailed survey)
3. Menilai kelayakan proyek sistem, terdiri dari :
a. Kelayakan teknik (technical feasibility), dengan rincian :
- ketersediaan teknologi
- ketersediaan tenaga ahli dalam operasional
b. Kelayakan operasi (operational feasibilty), dengan rincian :
- kemampuan SDM
- kemampuan operasi dari sistem dalam menghasilkan informasi
- kemampuan pengendalian dari operasi sistem
- efisiensi sistem
c.Kelayakan jadwal (schedule feasibility)
berdasarkan batas waktu pengembangan sistem (deadline).
d.Kelayakan ekonomi (economic feasibility)
- besar investasi dalam pengembangan sistem
- manfaat dari sistem dibandingkan dengan biaya pengembangan
e.Kelayakan hukum (law feasibility)
- Peraturan Pemerintah
- UU Hak Cipta
4.Membuat usulan proyek sistem
definisi proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan
5.Meminta persetujuan manajemen
definisi usulan proyek-manajemen-analisis sistem
2.Perencanaan jangka panjang (long-range planning) s/d 5 tahun
Perencanaan sistem :
1.Planning staff
Merencanakan sistem berdasarkan kebijakan yang ditetapkan manajemen level atas.
2.System Development Department
Mengembangkan sistem sesuai dengan rencana yang dibuat.
3.Data Processing Department
Mengoperasikan sistem yang telah dikembangkan.
Proses Perencanaan Sistem :
1.Merencanakan proyek-proyek sistem yang dilakukan oleh staf perencana sistem
2.Menentukan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan, proses ini dilakukan oleh komite pengarah.
3.Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan, proses ini dilakukan oleh analis sistem.
Merencanakan Proyek-proyek Sistem
- untuk merencanakan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan
- menghasilkan laporan perencanaan sistem
- dilakukan oleh planning staff
1.Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan taktik perusahaan
2.Mengidentifikasi proyek-proyek sistem, misalnya :
a.pengendalian penjualan dan pemasaran
b.pengendalian distribusi
c.pengendalian produksi
d.pengendalian keuangan
e.pengendalian persediaan
3.Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem
4.Menetapkan kendala proyek-proyek sistem, misalnya :
a.pembatasan dana
b.pembatasan waktu
c.umur ekonomis dari proyek sistem
d.batasan struktur organisasi yang tidak boleh dirubah
e.batasan peraturan-peraturan yang berlaku
5.Menentukan prioritas proyek-proyek sistem, menggunakan kriteria rasional :
a.penghematan biaya atau peningkatan-peningkatan keuntungan dari masing-masing proyek sistem
b.kemudahan dan efektivitas pemakaian sistem oleh user
c.kelangsungan hidup dari sistem yang dibuat pada masa datang
d.hubungan dengan proyek sistem lain yang juga direncanakan
e.kebutuhan untuk memperbaiki kondisi-kondisi yang rusak
Menentukan prioritas proyek sistem dengan menggunakan kriteria irrasional :
a.minat dan daya tarik dari masing-masing level manajemen
b.kebanggaan dalam menangani suatu proyek sistem
6.Membuat laporan perencanaan sistem
7.Meminta persetujuan manajemen (top management)
Persiapan Pengembangan Proyek
1.Penunjukan tim analis
2.Mengumumkan proyek pengembangan sistem
Definisi Pengembangan Proyek Sistem
1.Mengidentifikasi ruang lingkup dan sasaran proyek sistem
2.Melakukan studi kelayakan (feasibility study)
a.penelitian pendahuluan (preliminary survey)
- pemahaman terhadap sistem yang lama
- menentukan garis besar kebutuhan pemakai sistem untuk mencapai sasaran
- menentukan permasalahan yang terjadi
b. penelitian terinci (detailed survey)
3. Menilai kelayakan proyek sistem, terdiri dari :
a. Kelayakan teknik (technical feasibility), dengan rincian :
- ketersediaan teknologi
- ketersediaan tenaga ahli dalam operasional
b. Kelayakan operasi (operational feasibilty), dengan rincian :
- kemampuan SDM
- kemampuan operasi dari sistem dalam menghasilkan informasi
- kemampuan pengendalian dari operasi sistem
- efisiensi sistem
c.Kelayakan jadwal (schedule feasibility)
berdasarkan batas waktu pengembangan sistem (deadline).
d.Kelayakan ekonomi (economic feasibility)
- besar investasi dalam pengembangan sistem
- manfaat dari sistem dibandingkan dengan biaya pengembangan
e.Kelayakan hukum (law feasibility)
- Peraturan Pemerintah
- UU Hak Cipta
4.Membuat usulan proyek sistem
definisi proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan
5.Meminta persetujuan manajemen
definisi usulan proyek-manajemen-analisis sistem
Senin, 22 Februari 2010
Sarjana Sistem Informasi
Sarjana Sistem Informasi memiliki peluang terbesar untuk bekerja pada berbagai sektor industri produk maupun jasa, untuk mengisi berbagai posisi pada departemen teknologi informasi.
information system development, atau bekerja sebagai
1.System Analyst,
seseorang yang bertanggung jawab atas penelitian, perencanaan, pengkoordinasian, dan merekomendasikan pemilihan perangkat lunak dan sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi bisnis atau perusahaan. Analis sistem memegang peranan yang sangat penting dalam proses pengembangan sistem. Seorang analis sistem harus memiliki setidaknya empat keahlian: analisis, teknis, manajerial, dan interpersonal(berkomunikasi dengan orang lain). Kemampuan analisis memungkinkan seorang analis sistem untuk memahami perilaku organisasi beserta fungsi-fungsinya, pemahaman tersebut akan membantu dalam mengidentifikasi kemungkinan terbaik serta menganalisis penyelesaian permasalahan. Keahlian teknis akan membantu seorang analis sistem untuk memahami potensi dan keterbatasan dari teknologi informasi. Seorang analis sistem harus mampu untuk bekerja dengan berbagai jenis bahasa pemrograman, sistem operasi, serta perangkat keras yang digunakan. Keahlian manajerial akan membantu seorang analis sistem mengelola proyek, sumber daya, risiko, dan perubahan. Keahlian interpersonal akan membantu analis sistem dalam berinteraksi dengan pengguna akhir sebagaimana halnya dengan analis, programer, dan profesi sistem lainnya.
Analis sistem bisa pula menjadi perantara atau penghubung antara perusahaan penjual perangkat lunak dengan organisasi tempat ia bekerja, dan bertanggung jawab atas analisis biaya pengembangan, usulan desain dan pengembangan, serta menentukan rentang waktu yang diperlukan. Analis sistem bertanggung jawab pula atas studi kelayakan atas sistem komputer sebelum membuat satu usulan kepada pihak manajemen perusahaan.
Pada dasarnya seorang analis sistem melakukan hal-hal berikut:
Berinteraksi dengan pelanggan untuk memahami kebutuhan mereka.
Berinteraksi dengan desainer untuk mengemukakan antarmuka yang diinginkan atas suatu perangkat lunak.
Berinteraksi ataupun memandu programer dalam proses pengembangan sistem agar tetap berada pada jalurnya.
Melakukan pengujian sistem baik dengan data sampel atau data sesungguhnya untuk membantu para penguji.
Mengimplementasikan sistem baru.
Menyiapkan dokumentasi berkualitas.
2.Database Administrator, Seseorang yang mempunyai tugas, meliputi:
Instalasi Software Baru
Tentunya yang dimaksudkan disini adalah software yang berhubungan dengan Administrasi DBMS, misalnya versi baru DBMS atau aplikasi pendukungnya. Sebelum aktif digunakan dalam tahap production, database administrator atau staff IT lainnya perlu melakukan tes pada software yang baru diinstal tersebut.
Konfigurasi Hardware dan Software
Dalam hal ini seorang Admin mungkin perlu bekerja dengan system administrator untuk melakukan konfigurasi Hardware dan software agar dapat berfungsi secara optimal bersama dengan DBMS
Administrator Security
Salah satu tugas penting database administrator adalah melakukan monitor dengan administrasi security DBMS. Misalnya menambah atau menghapus user, mengatur quota, audit, ataupun memeriksa permasalahan security database.
Analisis Data
Pekerjaan analisis data sering kali melibatkan fitu-fitur yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja database. Sering kali database administrator harus menganalisis dan menggunakan cara yang efektif dalam penggunaan index, parallel query execution ataupun fitur DBMS yang lainnya.
Desain Database
Database administrator seringkali terlibat dalam tahapan database desain. Dengan pengetahuan system dan DBMS, database administrator dapat membantu tim developer dalam meningkatkan kinerja database.
Data Modeling dan Optimasi
Data modeling merupakan proses menciptakan sebuah model data dengan menerapkan teori model data, dimana anda melakukan strukturisasi dan organisasi data.
Beberapa model meliputi hierarchical model, network model, relational model dan sebagainya.
4.Programmer,
Programmer merupakan orang yang mampu membuat program/perangkatlunaknya shg dapat menjalankan perangkat kerasnya/hardware.
E-Commerce
Sektor industri e-commerce seperti perusahaan-perusahaan trading, export-import, hotel dan perbankan adalah beberapa sektor industri yang sangat membutuhkan keahlian di bidang e-commerce.Bidang keahlian ini diharapkan dapat bekerja pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce atau bidang internet, untuk mengimplementasikan pengetahuan manajemen dan akuntansi yang diperolehnya secara profesional dalam rangka melakukan rekayasa sistem perdagangan elektronik (e-commerce) & pengembangan sistem informasi berbasis web.
Peluang kerja di bidang Teknologi Informasi lainnya, yang saat ini masih banyak dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan baik di dalam maupun di luar negeri adalah System Analis, IT Help Desk, AutoCAD Drafter, Sales, Project Manager, Computer Operator, Programmer, Teknisi Komputer, EDP Staff, WebMaster, Web Chief Editor, Web Administrator, Web Designer, Software Engineer, Database Engineer,Manager Web Content, Unix Admnistration Manager, Director Software, Java Developer, Network Specialist, Network Manager, System Architect
Sarjana Sistem Informasi juga dapat mampu merancang, menganalisis, mengimplementasikan, memperbaiki serta mengelola sistem komputer atau aplikasi berbasis mikroprosesor dan komputer, dengan menggunakan teknologi yang ada untuk keperluan komersial dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan, keterampilan rekayasa, penguasaan teknologi terkini, dan analisis tekno-ekonomi.
Tingginya kebutuhan akan tenaga ahli dalam perangkat lunak sistem dan jaringan menyebabkan profesi ini menjadi salah satu tulang punggung pada industri yang operasionalnya banyak mengandalkan pengolahan data berbasis jaringan. Diantaranya adalah Internet Service Provider (ISP), manufacturing company dan berbagai industri sektor jasa, seperti : rumah sakit, hotel, bank, sekolah dan universitas.
mampu mengisi posisi-posisi dalam ruang lingkup yang sangat luas, terutama dibidang manajemen teknologi informasi.
information system development, atau bekerja sebagai
1.System Analyst,
seseorang yang bertanggung jawab atas penelitian, perencanaan, pengkoordinasian, dan merekomendasikan pemilihan perangkat lunak dan sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi bisnis atau perusahaan. Analis sistem memegang peranan yang sangat penting dalam proses pengembangan sistem. Seorang analis sistem harus memiliki setidaknya empat keahlian: analisis, teknis, manajerial, dan interpersonal(berkomunikasi dengan orang lain). Kemampuan analisis memungkinkan seorang analis sistem untuk memahami perilaku organisasi beserta fungsi-fungsinya, pemahaman tersebut akan membantu dalam mengidentifikasi kemungkinan terbaik serta menganalisis penyelesaian permasalahan. Keahlian teknis akan membantu seorang analis sistem untuk memahami potensi dan keterbatasan dari teknologi informasi. Seorang analis sistem harus mampu untuk bekerja dengan berbagai jenis bahasa pemrograman, sistem operasi, serta perangkat keras yang digunakan. Keahlian manajerial akan membantu seorang analis sistem mengelola proyek, sumber daya, risiko, dan perubahan. Keahlian interpersonal akan membantu analis sistem dalam berinteraksi dengan pengguna akhir sebagaimana halnya dengan analis, programer, dan profesi sistem lainnya.
Analis sistem bisa pula menjadi perantara atau penghubung antara perusahaan penjual perangkat lunak dengan organisasi tempat ia bekerja, dan bertanggung jawab atas analisis biaya pengembangan, usulan desain dan pengembangan, serta menentukan rentang waktu yang diperlukan. Analis sistem bertanggung jawab pula atas studi kelayakan atas sistem komputer sebelum membuat satu usulan kepada pihak manajemen perusahaan.
Pada dasarnya seorang analis sistem melakukan hal-hal berikut:
Berinteraksi dengan pelanggan untuk memahami kebutuhan mereka.
Berinteraksi dengan desainer untuk mengemukakan antarmuka yang diinginkan atas suatu perangkat lunak.
Berinteraksi ataupun memandu programer dalam proses pengembangan sistem agar tetap berada pada jalurnya.
Melakukan pengujian sistem baik dengan data sampel atau data sesungguhnya untuk membantu para penguji.
Mengimplementasikan sistem baru.
Menyiapkan dokumentasi berkualitas.
2.Database Administrator, Seseorang yang mempunyai tugas, meliputi:
Instalasi Software Baru
Tentunya yang dimaksudkan disini adalah software yang berhubungan dengan Administrasi DBMS, misalnya versi baru DBMS atau aplikasi pendukungnya. Sebelum aktif digunakan dalam tahap production, database administrator atau staff IT lainnya perlu melakukan tes pada software yang baru diinstal tersebut.
Konfigurasi Hardware dan Software
Dalam hal ini seorang Admin mungkin perlu bekerja dengan system administrator untuk melakukan konfigurasi Hardware dan software agar dapat berfungsi secara optimal bersama dengan DBMS
Administrator Security
Salah satu tugas penting database administrator adalah melakukan monitor dengan administrasi security DBMS. Misalnya menambah atau menghapus user, mengatur quota, audit, ataupun memeriksa permasalahan security database.
Analisis Data
Pekerjaan analisis data sering kali melibatkan fitu-fitur yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja database. Sering kali database administrator harus menganalisis dan menggunakan cara yang efektif dalam penggunaan index, parallel query execution ataupun fitur DBMS yang lainnya.
Desain Database
Database administrator seringkali terlibat dalam tahapan database desain. Dengan pengetahuan system dan DBMS, database administrator dapat membantu tim developer dalam meningkatkan kinerja database.
Data Modeling dan Optimasi
Data modeling merupakan proses menciptakan sebuah model data dengan menerapkan teori model data, dimana anda melakukan strukturisasi dan organisasi data.
Beberapa model meliputi hierarchical model, network model, relational model dan sebagainya.
4.Programmer,
Programmer merupakan orang yang mampu membuat program/perangkatlunaknya shg dapat menjalankan perangkat kerasnya/hardware.
E-Commerce
Sektor industri e-commerce seperti perusahaan-perusahaan trading, export-import, hotel dan perbankan adalah beberapa sektor industri yang sangat membutuhkan keahlian di bidang e-commerce.Bidang keahlian ini diharapkan dapat bekerja pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce atau bidang internet, untuk mengimplementasikan pengetahuan manajemen dan akuntansi yang diperolehnya secara profesional dalam rangka melakukan rekayasa sistem perdagangan elektronik (e-commerce) & pengembangan sistem informasi berbasis web.
Peluang kerja di bidang Teknologi Informasi lainnya, yang saat ini masih banyak dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan baik di dalam maupun di luar negeri adalah System Analis, IT Help Desk, AutoCAD Drafter, Sales, Project Manager, Computer Operator, Programmer, Teknisi Komputer, EDP Staff, WebMaster, Web Chief Editor, Web Administrator, Web Designer, Software Engineer, Database Engineer,Manager Web Content, Unix Admnistration Manager, Director Software, Java Developer, Network Specialist, Network Manager, System Architect
Sarjana Sistem Informasi juga dapat mampu merancang, menganalisis, mengimplementasikan, memperbaiki serta mengelola sistem komputer atau aplikasi berbasis mikroprosesor dan komputer, dengan menggunakan teknologi yang ada untuk keperluan komersial dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan, keterampilan rekayasa, penguasaan teknologi terkini, dan analisis tekno-ekonomi.
Tingginya kebutuhan akan tenaga ahli dalam perangkat lunak sistem dan jaringan menyebabkan profesi ini menjadi salah satu tulang punggung pada industri yang operasionalnya banyak mengandalkan pengolahan data berbasis jaringan. Diantaranya adalah Internet Service Provider (ISP), manufacturing company dan berbagai industri sektor jasa, seperti : rumah sakit, hotel, bank, sekolah dan universitas.
mampu mengisi posisi-posisi dalam ruang lingkup yang sangat luas, terutama dibidang manajemen teknologi informasi.
Sistem Informasi
Konsep Dasar Sistem
Suatu sistem dapat terdiri dari sistem - sistem bagian (subsystem). Sistem komputer dapat terdiri dari subsistem perangkat keras dan subsistem perangkat lunak. Masing - masing subsistem dapat terdiri dari subsistem - subsistem yang lebih kecil lagi atau terdiri dari komponen - komponen. Subsistem perangkat keras (Hardware) dapat terdiri dari alat masukan, alat pemroses, alat keluaran dan simpanan luar. Subsistem - subsistem saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai. Interaksi dari subsistem - subsistem sedemikian rupa, sehingga dicapai suatu kesatuan yang terpadu atau terintegrasi (integrated).
Karakteristik Sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat - sifat yang tertentu, yaitu mempunyai komponen - komponen (components), batas sistem (boundary), lingkungga luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (process) dan sasaran (objectives), atau tujuan (goal).
Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen - komponen sistem atau elemen - elemen sistem dapat sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian - bagian dari sistem. Setiap sistem mengandung subsistem - subsistem, Setiap subsistem mempunyai sifat - sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan diantaranya:
1 Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem
phisik (fhysical system). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide - ide yang tidak tampak secara phisik. Sistem phisik merupakan sistem yang ada secara phisik.
2 Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin.
3 Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic). sistem tertentu beroprasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi.Interaksi diantara bagian - bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
4 sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan linkungan. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya.
Suatu sistem dapat terdiri dari sistem - sistem bagian (subsystem). Sistem komputer dapat terdiri dari subsistem perangkat keras dan subsistem perangkat lunak. Masing - masing subsistem dapat terdiri dari subsistem - subsistem yang lebih kecil lagi atau terdiri dari komponen - komponen. Subsistem perangkat keras (Hardware) dapat terdiri dari alat masukan, alat pemroses, alat keluaran dan simpanan luar. Subsistem - subsistem saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai. Interaksi dari subsistem - subsistem sedemikian rupa, sehingga dicapai suatu kesatuan yang terpadu atau terintegrasi (integrated).
Karakteristik Sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat - sifat yang tertentu, yaitu mempunyai komponen - komponen (components), batas sistem (boundary), lingkungga luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (process) dan sasaran (objectives), atau tujuan (goal).
Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen - komponen sistem atau elemen - elemen sistem dapat sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian - bagian dari sistem. Setiap sistem mengandung subsistem - subsistem, Setiap subsistem mempunyai sifat - sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan diantaranya:
1 Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem
phisik (fhysical system). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide - ide yang tidak tampak secara phisik. Sistem phisik merupakan sistem yang ada secara phisik.
2 Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin.
3 Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic). sistem tertentu beroprasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi.Interaksi diantara bagian - bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
4 sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan linkungan. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya.
Minggu, 21 Februari 2010
Aplikasi Searching Engine dan Permasalahannya
Beberapa tahun yang lalu ketika sebuah konferensi internasional berjudul “Bridging the Gap between Information Technology and Business” diselenggarakan oleh Harvard Business School di San Fransisco, Yahoo! memperkenalkan konsep searching engine-nya kepada para peserta. Tujuannya cukup sederhana, yaitu mencari investor yang mau menanamkan uangnya di perusahaan tersebut karena kebanyakan peserta konferensi adalah para investor kelas kakap. Yang terjadi adalah bahwa setelah konferensi yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari usai, tidak seorang investor-pun mengerti mengenai konsep bisnis yang ditawarkan oleh Yahoo!, walaupun secara intensif telah diterangkan pada setiap kesempatan yang ada. Lain dahulu lain sekarang. Saat ini terlihat bagaimana orang-orang di seluruh dunia berlomba-lomba memburu saham perusahaan yang mengklaim dirinya telah memiliki lebih dari 50 juta pelanggan ini.
Internet merupakan suatu tempat dimana berjuta-juta situs dapat diakses oleh berjuta-juta orang setiap harinya, tanpa mengenal batasan ruang dan waktu. Situs yang dikembangkan oleh berbagai orang dan perusahaan sangat beragam sifatnya, mulai dari yang hanya berisi data dan informasi ringkas mengenai profil sebuah organisasi sampai dengan yang dapat dipergunakan sebagai sarana untuk melaksanakan transaksi electronic commerce. Permasalahan yang timbul adalah bahwa perkembangan internet yang sangat cepat (beberapa pakar mengatakan bahwa pertumbuhan jumlah situs di internet bergerak secara eksponensial) telah mengakibatkan terjadinya banjir data dan informasi (information overloaded) sehingga sangat menyulitkan pengguna (user) dalam mencari data dan informasi yang diinginkan. Analogikan dengan sebuah jaringan televisi kabel yang memiliki satu juta channel yang berbeda. Bagaimana seseorang dapat mengetahui apakah ada channel yang menayangkan film favoritnya lengkap dengan jadwal dan lokasinya? Atau bayangkan sebuah perpustakaan negara yang memiliki koleksi satu milyar buku. Bagaimana seseorang dapat tahu buku-buku mana saja yang membahas subjek-subjek tertentu yang diinginkan?
Fenomena inilah yang kemudian berkembang menjadi ide untuk membuat suatu program yang dapat membantu para user internet dalam usahanya untuk mencari data maupun informasi spesifik dalam waktu yang relatif sangat singkat (dalam hitungan detik). Mulailah perusahaan-perusahaan semacam Altavista.com, Excite.com, Yahoo.com, AskJeeves.com, dan lain sebagainya berlomba-lomba untuk membuat mesin pencari (searching engine) yang terbaik. Secara prinsip, tujuan dari sebuah program searching engine adalah menemukan dokumen atau arsip elektronis di internet yang sesuai dengan kebutuhan atau permintaan pengguna dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kedua hal inilah, yaitu kualitas hasil temuan dan waktu pencarian, yang kemudian menjadi pengukur baik tidaknya kinerja sebuah searching engine. Gambar di bawah ini memperlihatkan 5 (lima) komponen utama dari arsitektur sebuah program searching engine (Indrajit, 2000).

Sumber: Eko Indrajit, 2000
Komponen penting pertama dalah Query Interface, yang merupakan bentuk tampilan atau format situs yang menyediakan fasilitas searching engine. Bentuk yang paling sederhana adalah tersedianya sebuah kotak kosong di situs dimana user dapat menuliskan data atau informasi yang ingin dicari (lihat situs Yahoo.com atau Altavista.com). Yang harus diketahui oleh user adalah bahwa tidak semua situs memiliki kemampuan yang sama dalam membantu user untuk mengekspresikan jenis data atau informasi yang ingin dicari. Dalam bahasa komputer cara mengekspresikan ini disebut sebagai query. Contohnya adalah seseorang yang ingin mencari data atau informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan flora dan fauna di Indonesia dapat menggunakan query semacam: “flora” and “fauna” and “Indonesia”. Walaupun secara internasional telah diusulkan dan ditentukan standar baku dalam menuliskan sebuah query, namun terlihat bahwa masing-masing situs menawarkan beragam cara yang berbeda. Hal ini cukup beralasan mengingat bahwa pemakai internet sangat beragam, dan berkisar dari anak-anak sampai dengan para manula yang memiliki karakteristiknya sendiri-sendiri. Yang utama bagi user adalah bahwa Query Interface yang ditawarkan mudah dipergunakan dan efektif.
Komponen kedua adalah Query Engine, merupakan sebuah program yang bertugas untuk menterjemahkan keinginan user ke dalam bahasa yang dimengerti oleh mesin komputer. Secara teknis, perusahaan-perusahaan penyedia searching engine berlomba-lomba membuat query engine yang baik sehingga selain tepat dalam mengekspresikan keinginan user, dapat mula melakukan tugas pencarian secara cepat. Query Engine ini pulalah yang segera melakukan pencarian arsip dan dokumen yang tepat di dalam sistem basis data (database) yang bersangkutan.
Komponen selanjutnya adalah Database, yang pada dasarnya merupakan kumpulan atau daftar dari dokumen maupun arsip dari seluruh situs yang ada di internet. Semakin besar skala internet, akan semakin besar pula kapasitas penyimpan yang dibutuhkan.
Komponen keempat yang merupakan komponen terpenting dalam sebuah searching engine adalah Spider. Secara berkala dan kontinyu, spider akan mendata setiap situs yang ada di internet, baik yang baru maupun yang lama. Terhadap masing-masing situs, selain alamatnya, akan diambil kata-kata kunci dari arsip maupun dokumen yang ditemukan. Katakanlah dari situs Kompas.com akan diambil setiap kata pada kalimat judul berita, atau pada Amazon.com akan diambil setiap kata pada judul buku. Di sinilah sebenarnya persaingan antara situs terjadi, yaitu strategi dan teknik apa yang dipergunakan dalam melakukan sampling terhadap kata-kata yang akan menjadi kunci dalam pencarian arsip dan dokumen. Harap diingat bahwa tidak semua situs melakukan proses updating dan sampling ini secara kontinyu (24 jam sehari), yang dapat menyebabkan telah hilangnya beberapa arsip dan dokumen dari internet saat user mencarinya.
Komponen kelima disebut sebagai Indexer, yang merupakan sebuah program untuk mempercepat proses pencarian. Filosofi yang dipergunakan mirip dengan prinsip penggunaan indeks pada kamus atau buku-buku. Perang antar situs pun terjadi di sini, karena teknik melakukan indeks akan sangat berpengaruh terhadap kecepatan pencarian data atau informasi. Biasanya yang terjadi di sini adalah adu algoritma (alur logika sebuah program) antar para programmer yang direkrut oleh masing-masing perusahaan.
Melihat anatomi searching engine di atas, terlihat bahwa membuat searching engine sangatlah mudah. Yang sulit adalah mengalahkan kecepatan dan keakuratan dari searching engine yang sudah ada sekarang. Hal inilah yang menyebabkan banyaknya pemain baru di bisnis searching engine yang mencari market niche berupa pemilihan daerah-daerah yang menjadi fokus pencarian. Contohnya adalah Euroferret.com yang hanya mengkhususkan diri pada pencarian arsip dan dokumen di situs-situs yang ada di wilayah Eropa, atau Catcha.co.id yang menawarkan pencarian arsip dan dokumen yang berada di wilayah geografis Asia Tenggara. Biaya investasinya pun tidak dapat dibilang murah. Tengoklah Altavista yang pada tahun 1997 harus melibatkan 3 prosesor (komputer) untuk penanganan Query Interface, 190 prosesor untuk Query Engine, 1 prosesor untuk Spider, 2 prosesor untuk Indexer, dan 300 Gigabytes kapasitas Database.
Internet merupakan suatu tempat dimana berjuta-juta situs dapat diakses oleh berjuta-juta orang setiap harinya, tanpa mengenal batasan ruang dan waktu. Situs yang dikembangkan oleh berbagai orang dan perusahaan sangat beragam sifatnya, mulai dari yang hanya berisi data dan informasi ringkas mengenai profil sebuah organisasi sampai dengan yang dapat dipergunakan sebagai sarana untuk melaksanakan transaksi electronic commerce. Permasalahan yang timbul adalah bahwa perkembangan internet yang sangat cepat (beberapa pakar mengatakan bahwa pertumbuhan jumlah situs di internet bergerak secara eksponensial) telah mengakibatkan terjadinya banjir data dan informasi (information overloaded) sehingga sangat menyulitkan pengguna (user) dalam mencari data dan informasi yang diinginkan. Analogikan dengan sebuah jaringan televisi kabel yang memiliki satu juta channel yang berbeda. Bagaimana seseorang dapat mengetahui apakah ada channel yang menayangkan film favoritnya lengkap dengan jadwal dan lokasinya? Atau bayangkan sebuah perpustakaan negara yang memiliki koleksi satu milyar buku. Bagaimana seseorang dapat tahu buku-buku mana saja yang membahas subjek-subjek tertentu yang diinginkan?
Fenomena inilah yang kemudian berkembang menjadi ide untuk membuat suatu program yang dapat membantu para user internet dalam usahanya untuk mencari data maupun informasi spesifik dalam waktu yang relatif sangat singkat (dalam hitungan detik). Mulailah perusahaan-perusahaan semacam Altavista.com, Excite.com, Yahoo.com, AskJeeves.com, dan lain sebagainya berlomba-lomba untuk membuat mesin pencari (searching engine) yang terbaik. Secara prinsip, tujuan dari sebuah program searching engine adalah menemukan dokumen atau arsip elektronis di internet yang sesuai dengan kebutuhan atau permintaan pengguna dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kedua hal inilah, yaitu kualitas hasil temuan dan waktu pencarian, yang kemudian menjadi pengukur baik tidaknya kinerja sebuah searching engine. Gambar di bawah ini memperlihatkan 5 (lima) komponen utama dari arsitektur sebuah program searching engine (Indrajit, 2000).

Sumber: Eko Indrajit, 2000
Komponen penting pertama dalah Query Interface, yang merupakan bentuk tampilan atau format situs yang menyediakan fasilitas searching engine. Bentuk yang paling sederhana adalah tersedianya sebuah kotak kosong di situs dimana user dapat menuliskan data atau informasi yang ingin dicari (lihat situs Yahoo.com atau Altavista.com). Yang harus diketahui oleh user adalah bahwa tidak semua situs memiliki kemampuan yang sama dalam membantu user untuk mengekspresikan jenis data atau informasi yang ingin dicari. Dalam bahasa komputer cara mengekspresikan ini disebut sebagai query. Contohnya adalah seseorang yang ingin mencari data atau informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan flora dan fauna di Indonesia dapat menggunakan query semacam: “flora” and “fauna” and “Indonesia”. Walaupun secara internasional telah diusulkan dan ditentukan standar baku dalam menuliskan sebuah query, namun terlihat bahwa masing-masing situs menawarkan beragam cara yang berbeda. Hal ini cukup beralasan mengingat bahwa pemakai internet sangat beragam, dan berkisar dari anak-anak sampai dengan para manula yang memiliki karakteristiknya sendiri-sendiri. Yang utama bagi user adalah bahwa Query Interface yang ditawarkan mudah dipergunakan dan efektif.
Komponen kedua adalah Query Engine, merupakan sebuah program yang bertugas untuk menterjemahkan keinginan user ke dalam bahasa yang dimengerti oleh mesin komputer. Secara teknis, perusahaan-perusahaan penyedia searching engine berlomba-lomba membuat query engine yang baik sehingga selain tepat dalam mengekspresikan keinginan user, dapat mula melakukan tugas pencarian secara cepat. Query Engine ini pulalah yang segera melakukan pencarian arsip dan dokumen yang tepat di dalam sistem basis data (database) yang bersangkutan.
Komponen selanjutnya adalah Database, yang pada dasarnya merupakan kumpulan atau daftar dari dokumen maupun arsip dari seluruh situs yang ada di internet. Semakin besar skala internet, akan semakin besar pula kapasitas penyimpan yang dibutuhkan.
Komponen keempat yang merupakan komponen terpenting dalam sebuah searching engine adalah Spider. Secara berkala dan kontinyu, spider akan mendata setiap situs yang ada di internet, baik yang baru maupun yang lama. Terhadap masing-masing situs, selain alamatnya, akan diambil kata-kata kunci dari arsip maupun dokumen yang ditemukan. Katakanlah dari situs Kompas.com akan diambil setiap kata pada kalimat judul berita, atau pada Amazon.com akan diambil setiap kata pada judul buku. Di sinilah sebenarnya persaingan antara situs terjadi, yaitu strategi dan teknik apa yang dipergunakan dalam melakukan sampling terhadap kata-kata yang akan menjadi kunci dalam pencarian arsip dan dokumen. Harap diingat bahwa tidak semua situs melakukan proses updating dan sampling ini secara kontinyu (24 jam sehari), yang dapat menyebabkan telah hilangnya beberapa arsip dan dokumen dari internet saat user mencarinya.
Komponen kelima disebut sebagai Indexer, yang merupakan sebuah program untuk mempercepat proses pencarian. Filosofi yang dipergunakan mirip dengan prinsip penggunaan indeks pada kamus atau buku-buku. Perang antar situs pun terjadi di sini, karena teknik melakukan indeks akan sangat berpengaruh terhadap kecepatan pencarian data atau informasi. Biasanya yang terjadi di sini adalah adu algoritma (alur logika sebuah program) antar para programmer yang direkrut oleh masing-masing perusahaan.
Melihat anatomi searching engine di atas, terlihat bahwa membuat searching engine sangatlah mudah. Yang sulit adalah mengalahkan kecepatan dan keakuratan dari searching engine yang sudah ada sekarang. Hal inilah yang menyebabkan banyaknya pemain baru di bisnis searching engine yang mencari market niche berupa pemilihan daerah-daerah yang menjadi fokus pencarian. Contohnya adalah Euroferret.com yang hanya mengkhususkan diri pada pencarian arsip dan dokumen di situs-situs yang ada di wilayah Eropa, atau Catcha.co.id yang menawarkan pencarian arsip dan dokumen yang berada di wilayah geografis Asia Tenggara. Biaya investasinya pun tidak dapat dibilang murah. Tengoklah Altavista yang pada tahun 1997 harus melibatkan 3 prosesor (komputer) untuk penanganan Query Interface, 190 prosesor untuk Query Engine, 1 prosesor untuk Spider, 2 prosesor untuk Indexer, dan 300 Gigabytes kapasitas Database.
Langganan:
Postingan (Atom)

